Makanan untuk Mata Sehat
Anda pasti sudah sering mendengar kalau wortel bagus untuk kesehatan mata. Pernyataan ini benar adanya. Pilihan makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan mata. Penelitian menemukan kalau nutrisi berperan penting dalam menjaga kesehatan mata dan mencegah penyakit mata yang berkaitan dengan usia seperti Age-Related Macular Degeneration (ARMD), katarak, Glaucoma and Diabetic Retinopathy.
Sebuah studi yang dilakukan National Eye Institute (NEI) menunjukkan kalau vitamin dan nutrisi tertentu merupakan kunci utama mencegahan penyakit mata. Nutrisi dan vitamin tertentu tersebut bisa mencegah penyakit utama mata yang berkaitan dengan usia hingga 39%.
Salah satu kandungan dalam makanan yang berperan dalam menjaga kesehatan mata adalah lutein. Lutein merupakan antioksidan karotenoid yang banyak ditemukan pada buah-buahan dan sayuran. Lutein ini juga merupakan pigmen yang memberikan warna kuning dan orange pada sayuran.
Antioksidan ini dipercaya sangat penting untuk menjaga kesehatan mata karena bisa melindungi dari katarak dan degenerasi macular. Hal ini biasanya terjadi di area macula retina. Macula merupakan bagian retina yang bertanggung jawab dalam hal penglihatan sentral (central vision). Central vision ini hilang pada mereka yang mengalami degenerasi macula. Beberapa studi juga telah menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi lutein dengan pengurangan risiko mengalami degerasi macular dan katarak.
Untuk menghindari gangguan mata, Anda bisa memulainya dari mengatur pilihan makanan Anda. Berikut beberapa makanan yang bagus untuk mata Anda:
Alpukat
Alpukat merupakan salah satu dari makanan yang padat nutrisi. Karena itu, tidak heran kalau makanan satu ini baik untuk mata. Alpukat mengandung lebih banyak lutein dibandingkan dengan buah lainnya. Zat ini sangat penting untuk mencegah degenerasi macular dan katarak. Selain itu, buah ini juga merupakan sumber yang kaya akan nutrisi yang penting untuk mata seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B6, dan vitamin E.
Wortel
Wortel sudah lama dikenal sebagai makanan yang baik untuk mata. Hal ini karena makanan ini kaya akan beta karoten. Beta karoten akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin A. Tentunya Anda sudah tahu kalau vitamin satu ini, berperan penting dalam proses bioelektrik di mata. Selain itu, juga bisa membantu tubuh melepaskan radikal bebas.
Brokoli
Brokoli kaya akan vitamin C, kalsium, lutein, zeaxanthin, dan sulforaphane.
Telur
Telur kaya akan nutrisi mata seperti vitamin A, seng, lutein, lecithin, B12, vitamin D, dan cysteine.
Bayam
Bayam merupakan sumber lain yang kaya vitamin A. Bayam juga mengandung nutrisi yang baik untuk mata seperti lutein dan zeaxathin.
Kol
Sama seperti bayam, kol juga kaya akan vitamin A, lutein, dan zeaxathin.
Tomat
Tomat kaya akan vitamin C dan lycopene, dua nutrisi yang sangat penting untuk mata.
Biji bunga matahari
Biji bunga matahari mengandung selenium, nutrisi yang bisa mencegah katarak dan juga menjaga kesehatan mata secara umum.
Bawang putih
Bawang putih mengandung selenium dn nutrisi yang baik untuk mata lainnya seperti vitamin C dan quercetin.
Salmon
Salmon kaya akan omega-3 yang sangat penting untuk menjaga kesehatan mata secara umum. Salmon juga mengandung asam folik, vitamin D, vitamin B6, vitamin B12, dan vitamin A.
Sumber: Ikarowina Tarigan
Minggu, 16 Januari 2011
Sabtu, 13 November 2010
Hidup Sehat Cara Rosulullah
" CARA RASULULLAH MENJAGA KESEHATAN "
Ada beberapa kebiasaan positif yang membuat Rasulullah SAW selalu tampil fit dan jarang sakit. Di antaranya:
1. Selektif terhadap makanan.
Tidak ada makanan yang masuk ke mulut beliau, kecuali makanan tersebut memenuhi syarat halal dan thayyib (baik). Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yaitu halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan kegemaran Rasul adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan air lir dan pencernaan. Rasul bersabda, "Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran" (HR. Ibnu Majah dan Hakim).
2. Tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.
Aturannya, kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara (gas). Disabdakan. "Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan" (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
3. Makan dengan tenang, tumaninah, tidak tergesa-gesa, dengan tempo sedang.
Apa hikmahnya? Cara makan seperti ini akan menghindarkan tersedak, tergigit, kerja organ pencernaan pun jadi lebih ringan. Makanan pun bisa dikunyah dengan lebih baik, sehingga kerja organ pencernaan bisa berjalan sempurna. Makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna. Dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan kanker di usus besar.
4. Cepat tidur dan cepat bangun.
Beliau tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Biasanya, Rasulullah SAW bangun dan bersiwak, lalu berwudhu dan shalat sampai waktu yang diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan, namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekadar yang dibutuhkan. Penelitian Daniel F Kripke, ahli psikiatri dari Universitas California menarik untuk diungkapkan. Penelitian yang dilakukan di Jepang dan AS selama 6 tahun dengan responden berusia 30-120 tahun mengatakan bahwa orang yang biasa tidur 8 jam sehari memiliki resiko kematian yang lebih cepat. Sangat berlawanan dengan mereka yang biasa tidur 6-7 jam sehari. Nah, Rasulullah SAW biasa tidur selepas Isya untuk kemudian bangun malam. Jadi beliau tidur tidak lebih dari 8 jam.
Cara tidurnya pun sarat makna. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah dalam buku Metode Pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur dengan memiringkan tubuh ke arah kanan, sambil berzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat. Terkadang beliau memiringkan badannya ke sebelah kiri sebentar, untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan tidur paling efisien. Pada saat itu makanan bisa berada dalam posisi yang pas dengan lambung sehingga dapat mengendap secara proporsional. Lalu beralih ke sebelah kiri sebentar agar agar proses pencernaan makanan lebih cepat karena lambung mengarah ke lever, baru kemudian berbalik lagi ke sebelah kanan hingga akhir tidur agar makanan lebih cepat tersuplai dari lambung. Hikmah lainnya, tidur dengan miring ke kanan menyebabkan beliau lebih mudah bangun untuk shalat malam.
5. Istikamah melakukan saum sunnat, di luar saum Ramadhan.
Karena itu, kita mengenal beberpa saum sunnat yang beliau anjurkan, seperti Senin Kamis, ayyamul bith, saum Daud, saum enam hari di bulan Syawal, dsb. Saum adalah perisai terhadap berbagai macam penyakit jasmani maupun ruhani. Pengaruhnya dalam menjaga kesehatan, melebur berbagai berbagai ampas makanan, manahan diri dari makanan berbahaya sangat luar biasa. Saum menjadi obat penenang bagi stamina dan organ tubuh sehingga energinya tetap terjaga. Saum sangat ampuh untuk detoksifikasi (pembersihan racun) yang sifatnya total dan menyeluruh.
Selain lima cara hidup sehat ini, masih banyak kebiasaan Rasulullah SAW yang layak kita teladani. Dalam buku Jejak Sejarah Kedokteran Islam, Dr Ja'far Khadem Yamani mengungkapkan lebih dari 25 pola hidup Rasul berkait masalah kesehatan, sebagian besar bersifat pencegahan. Di antaranya cara bersuci, cara "memanjakan" mata, keutamaan berkhitan, keutamaan senyum, dsb.
Yang tak kalah penting dari ikhtiar lahir, Rasulullah sangat mantap dalam ibadah ritualnya, khususnya dalam shalat. Beliau pun memiliki keterampilan paripurna dalam mengelola emosi, pikiran dan hati. Penelitian-penelitian terkini dalam bidang kesehatan membuktikan bahwa kemampuan dalam memenej hati, pikiran dan perasaan, serta ketersambungan yang intens dengan Dzat Yang Mahatinggi akan menentukan kualitas kesehatan seseorang, jasmani maupun ruhani.
Nabi SAW mencontohkan ini dalam kehidupannya dan dapat dengan mudah kita tiru:
1. Bangun 1/3 malam, mulai dari jam 02.00
Ini tentunya paling terkeal, dengan bangun 1/3 malam, pikiran dan perasaan juga biasanya lebih segar dan rileks. Bangun 1/3 malam juga dapat mencegah stroke dan tekanan darah tinggi yang umumnya rentan terjadi pada waktu itu karena penyempitan pembuluh dara.
Di luar itu sebenarnya terkait asupan awal yang di terima tubuh, yakni udara segar. menurut para pakar udara, waktu 1/3 malam sangat baik karena daya oksigen dan relatif masih bersih tak terkotori unsur lain. Udara yang baik tentu saja berguna untuk metabolisme tubuh dalam beraktivitas seharian penuh.
2. Minum Air Putih dan Madu
Nabi biasa membuka sarapan dengan air putih dan sesendok madu. Dua unsur ini sangat luar biasa manfaatnya. Madu Masyur sebagai penyembuh dan air putih kaya akan mineral yang menyukupi kebutuhan tubuh akan cairan dans ebagai pencuci hati. Madu juga terkenal sebagai unsur yang dapat membersihkan usus dan mencegah peradangan.3. Mengkonsumsi Minyak ZaitunSaat siang dan menjelang sore, Nabi juga biasa mengkonsumsi cuka, minyak zaitun da roti. Kombinasi makanan ini ternyata dapat menguatkan tulang, mencegah kepikunan serta menghancurkan kolesterol jahat dalam tubuh. pada musim dingin, makananan ini sangat baik menjaga kestabilan suhu tubuh.
4. Makan Sayuran di Malam Hari
Konsumsi sayuran di malam hari juga di lakukan Rosulllah SAW.
beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah saw selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Menurut Prof. Dr. Musthofa, di Mesir keduanya mirip dengan sabbath dan ba'dunis. Nama nama ini tak lain adalah sayuran yang juga banyak kita temui di negara kita. Bentuk olahan sayuran tertentu banyak ragamnya, seperti CapCay, Sayur Lodeh, Sayur Sup de el el.
Rasulullah biasanya tidak langsung tidur setelah makan, melainkan beraktivitas terlebih dulu supaya mekanan yang di konsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah di cerna.
Cairkan makanan kalian dengan berzikir kepada Allah swt dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan karena dapat membuat hati kalian menjadi keras (HR Abu Nu'aim dari Aisyah r.a)
Rosulullah saw sering menyempatkan diri untuk berolahraga. Terkadang ia berolahraga sambil bermain dengan anak anak dan cucu cucunya.
Pernah pula Rosulullah lomba lari dengan istri tercintanya Aisyah r.a.Rasulullah saw tidak menganjurkan umatnya untuk begadang.
Biasanya ia tidur lebih awal supaya bisa bangun 1/3 malam.
Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh.
Terbukti apa yang dilakukan Nabi sangat baik karena sesuai sesuai dengan irama biologis tubuh.
Ada beberapa kebiasaan positif yang membuat Rasulullah SAW selalu tampil fit dan jarang sakit. Di antaranya:
1. Selektif terhadap makanan.
Tidak ada makanan yang masuk ke mulut beliau, kecuali makanan tersebut memenuhi syarat halal dan thayyib (baik). Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yaitu halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan kegemaran Rasul adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan air lir dan pencernaan. Rasul bersabda, "Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran" (HR. Ibnu Majah dan Hakim).
2. Tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.
Aturannya, kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara (gas). Disabdakan. "Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan" (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
3. Makan dengan tenang, tumaninah, tidak tergesa-gesa, dengan tempo sedang.
Apa hikmahnya? Cara makan seperti ini akan menghindarkan tersedak, tergigit, kerja organ pencernaan pun jadi lebih ringan. Makanan pun bisa dikunyah dengan lebih baik, sehingga kerja organ pencernaan bisa berjalan sempurna. Makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna. Dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan kanker di usus besar.
4. Cepat tidur dan cepat bangun.
Beliau tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Biasanya, Rasulullah SAW bangun dan bersiwak, lalu berwudhu dan shalat sampai waktu yang diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan, namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekadar yang dibutuhkan. Penelitian Daniel F Kripke, ahli psikiatri dari Universitas California menarik untuk diungkapkan. Penelitian yang dilakukan di Jepang dan AS selama 6 tahun dengan responden berusia 30-120 tahun mengatakan bahwa orang yang biasa tidur 8 jam sehari memiliki resiko kematian yang lebih cepat. Sangat berlawanan dengan mereka yang biasa tidur 6-7 jam sehari. Nah, Rasulullah SAW biasa tidur selepas Isya untuk kemudian bangun malam. Jadi beliau tidur tidak lebih dari 8 jam.
Cara tidurnya pun sarat makna. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah dalam buku Metode Pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur dengan memiringkan tubuh ke arah kanan, sambil berzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat. Terkadang beliau memiringkan badannya ke sebelah kiri sebentar, untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan tidur paling efisien. Pada saat itu makanan bisa berada dalam posisi yang pas dengan lambung sehingga dapat mengendap secara proporsional. Lalu beralih ke sebelah kiri sebentar agar agar proses pencernaan makanan lebih cepat karena lambung mengarah ke lever, baru kemudian berbalik lagi ke sebelah kanan hingga akhir tidur agar makanan lebih cepat tersuplai dari lambung. Hikmah lainnya, tidur dengan miring ke kanan menyebabkan beliau lebih mudah bangun untuk shalat malam.
5. Istikamah melakukan saum sunnat, di luar saum Ramadhan.
Karena itu, kita mengenal beberpa saum sunnat yang beliau anjurkan, seperti Senin Kamis, ayyamul bith, saum Daud, saum enam hari di bulan Syawal, dsb. Saum adalah perisai terhadap berbagai macam penyakit jasmani maupun ruhani. Pengaruhnya dalam menjaga kesehatan, melebur berbagai berbagai ampas makanan, manahan diri dari makanan berbahaya sangat luar biasa. Saum menjadi obat penenang bagi stamina dan organ tubuh sehingga energinya tetap terjaga. Saum sangat ampuh untuk detoksifikasi (pembersihan racun) yang sifatnya total dan menyeluruh.
Selain lima cara hidup sehat ini, masih banyak kebiasaan Rasulullah SAW yang layak kita teladani. Dalam buku Jejak Sejarah Kedokteran Islam, Dr Ja'far Khadem Yamani mengungkapkan lebih dari 25 pola hidup Rasul berkait masalah kesehatan, sebagian besar bersifat pencegahan. Di antaranya cara bersuci, cara "memanjakan" mata, keutamaan berkhitan, keutamaan senyum, dsb.
Yang tak kalah penting dari ikhtiar lahir, Rasulullah sangat mantap dalam ibadah ritualnya, khususnya dalam shalat. Beliau pun memiliki keterampilan paripurna dalam mengelola emosi, pikiran dan hati. Penelitian-penelitian terkini dalam bidang kesehatan membuktikan bahwa kemampuan dalam memenej hati, pikiran dan perasaan, serta ketersambungan yang intens dengan Dzat Yang Mahatinggi akan menentukan kualitas kesehatan seseorang, jasmani maupun ruhani.
Nabi SAW mencontohkan ini dalam kehidupannya dan dapat dengan mudah kita tiru:
1. Bangun 1/3 malam, mulai dari jam 02.00
Ini tentunya paling terkeal, dengan bangun 1/3 malam, pikiran dan perasaan juga biasanya lebih segar dan rileks. Bangun 1/3 malam juga dapat mencegah stroke dan tekanan darah tinggi yang umumnya rentan terjadi pada waktu itu karena penyempitan pembuluh dara.
Di luar itu sebenarnya terkait asupan awal yang di terima tubuh, yakni udara segar. menurut para pakar udara, waktu 1/3 malam sangat baik karena daya oksigen dan relatif masih bersih tak terkotori unsur lain. Udara yang baik tentu saja berguna untuk metabolisme tubuh dalam beraktivitas seharian penuh.
2. Minum Air Putih dan Madu
Nabi biasa membuka sarapan dengan air putih dan sesendok madu. Dua unsur ini sangat luar biasa manfaatnya. Madu Masyur sebagai penyembuh dan air putih kaya akan mineral yang menyukupi kebutuhan tubuh akan cairan dans ebagai pencuci hati. Madu juga terkenal sebagai unsur yang dapat membersihkan usus dan mencegah peradangan.3. Mengkonsumsi Minyak ZaitunSaat siang dan menjelang sore, Nabi juga biasa mengkonsumsi cuka, minyak zaitun da roti. Kombinasi makanan ini ternyata dapat menguatkan tulang, mencegah kepikunan serta menghancurkan kolesterol jahat dalam tubuh. pada musim dingin, makananan ini sangat baik menjaga kestabilan suhu tubuh.
4. Makan Sayuran di Malam Hari
Konsumsi sayuran di malam hari juga di lakukan Rosulllah SAW.
beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah saw selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Menurut Prof. Dr. Musthofa, di Mesir keduanya mirip dengan sabbath dan ba'dunis. Nama nama ini tak lain adalah sayuran yang juga banyak kita temui di negara kita. Bentuk olahan sayuran tertentu banyak ragamnya, seperti CapCay, Sayur Lodeh, Sayur Sup de el el.
Rasulullah biasanya tidak langsung tidur setelah makan, melainkan beraktivitas terlebih dulu supaya mekanan yang di konsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah di cerna.
Cairkan makanan kalian dengan berzikir kepada Allah swt dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan karena dapat membuat hati kalian menjadi keras (HR Abu Nu'aim dari Aisyah r.a)
Rosulullah saw sering menyempatkan diri untuk berolahraga. Terkadang ia berolahraga sambil bermain dengan anak anak dan cucu cucunya.
Pernah pula Rosulullah lomba lari dengan istri tercintanya Aisyah r.a.Rasulullah saw tidak menganjurkan umatnya untuk begadang.
Biasanya ia tidur lebih awal supaya bisa bangun 1/3 malam.
Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh.
Terbukti apa yang dilakukan Nabi sangat baik karena sesuai sesuai dengan irama biologis tubuh.
Senin, 13 September 2010
PERSPEKTIF KEHIDUPAN
Penelitian “Rasa Gembira”
Psikologi positif (positive psychology) adalah sebuah ilmu psikologi yang baru, dikembangkan oleh profesor ilmu jiwa Martin Seligman dari University of Pennsylvania pada tahun 1998. Tujuannya adalah meneliti bagaimana bahagianya hidup, sukses dan berarti. Jadi, psikologi positif mungkin juga dapat disingkat “ilmu bahagia”. Soal pertama yang harus dijawab dalam psikologi positif adalah apa yang paling membuat kita merasa gembira? Hasil penelitian mungkin akan membuat kita terkejut. Ternyata pengaruh bantuan dana, pendidikan dan masa muda terhadap rasa bahagia sangat terbatas. Dampak perkawinan juga menunjukkan setengah baik dan separo buruk. Justru keyakinan beragama, persahabatan dan cinta kasih keluarga baru lebih bisa membuat kita gembira dibandingkan ha-hal lainnya yang bersifat material.
Hasil penelitan profesor psikologi Edward Diener dari Universitas Illinois mendapati, asalkan kebutuhan hidup pokok tercukupi, pendapatan tambahan tidak bisa mendatangkan seberapa besar kegembiraan. Pendidikan yang baik dan inteligensi tinggi juga tidak banyak membantu meningkatkan kegembiraan. Muda belia juga tidak menjamin akan gembira. Sebuah hasil survei dari dinas pengawasan penyakit Amerika menunjukkan, bahwa waktu perasaan kecewa anak muda yang berusia antara 20-24 tahun lebih lama dibanding orang tua yang berusia 65-74 tahun.
Selain itu, keyakinan beragama memang benar-benar dapat membangkitkan suasana hati, namun, sulit untuk dipastikan apakah itu efek dari Sang Pencipta atau kelompok agama. Cinta kasih keluarga dan persahabatan juga bisa mendatangkan kegembiraan. Sebuah hasil penelitian Diener dan Seligman menunjukkan, bahwa di antara mahasiswa yang ikut meneliti, 10 persen mahasiswa yang paling gembira dan tidak merasa cemas, ciri umum yang nyata pada mereka adalah memiliki teman dan keluarga yang akrab, dan menghabiskan waktu bersama mereka.
Hasil kesimpulan Diener menyebutkan bahwa jika ingin kegembiraan, maka harus memelihara teknik pergaulan sosial, membangun hubungan pergaulan yang akrab dengan dukungan sosial. Dalam sebuah buku Authentic Happiness (kegembiraan yang sesungguhnya), Seligman menyebutkan, bahwa gembira dibentuk dari 3 unsur pokok yakni menikmati kesenangan (wajah tersenyum gembira), partisipasi (tingkat keseriusan terhadap keluarga, pekerjaan, asmara dan hobi ), arti (mengembangkan kelebihan individu, mencapai target yang lebih tinggi daripada kita sendiri). Di antara ketiga unsur pokok tersebut, kegembiraan dari hidup bersenang-senang paling singkat. Seligman menuturkan, “Ini layak kita perhatikan, sebab ada begitu banyak orang mengejar kesenangan hidup sebagai tujuan hidup, tetapi, partisipasi dan arti jauh lebih penting daripada menikmati kesenangan.” Psikologi posistif juga berpendapat, bahwa titik pangkal kegembiraan manusia bisa disesuaikan dengan usaha sesudah lahir, orang-orang bisa mengubah taraf kegembiraan dari sifat kepribadian bawaan. Namun, sesungguhnya bagaimana baru bisa membuat kita lebih gembira?
Cara Kongkrit Merasa Bahagia
Dengan berdasarkan hasil penelitian psikolog Sonja Lyubomirsky dari Universitas California AS, dikemukakan 8 cara konkret yang bisa dilaksanakan oleh setiap orang untuk mendapatkan kebahagiaan.
1. Merasa berterimakasih: setiap minggu catat 3-5 peristiwa yang membuat anda merasa berterimakasih. Hal ini bisa berupa peristiwa umum misalnya bunga Pioni anda telah bersemi, bisa juga berupa hal yang lebih memiliki arti penting seperti anak-anak mulai belajar berjalan.
2. Selalu berbuat kebaikan: bisa dilakukan dengan melihat keadaan misalnya saat antri, biarkan orang yang mengejar waktu antri di depan anda. Bisa juga dilakukan secara reguler misalnya, setiap minggu tetapkan mengantar makan malam pada tetangga yang berusia lanjut. Berbuat baik terhadap teman atau orang tak dikenal, bisa membuat diri kita merasa dermawan, memiliki kemampuan, sekaligus bisa mendapat balasan senyum, pujian dan kebaikan hati orang lain. Semua ini bisa membuat orang merasa gembira.
3. Mencicipi kenikmatan: perhatikan hal ihwal yang indah, misalnya merasakan manisnya buah strawberry, hangatnya sinar mentari. Psikolog menyarankan, tidak ada salahnya menjadikan hari-hari yang indah seperti foto yang “terukir dalam benak”, dan di kenang kembali di saat merasa sedih.
4. Ada yang membimbing: Jika ada orang yang membimbing ketika hidup anda di persimpangan jalan (mengalami masalah), harus segera mengucapkan terimakasih. Semakin mendalam semakin baik, dan sebaiknya diri pribadi yang menyampaikan ucapan terimakasih.
5. Belajar memaafkan: terhadap orang yang melukai hati dan melakukan kekilafan pada anda, tepis jauh-jauh kegusaran dan dendam kebencian anda dan kirim surat kepadanya sebagai tanda memaafkan. Jika tidak bisa memaafkan orang lain akan membuat diri kita berkutat pada tumpukan kebencian dan memendam pembalasan di hati, memaafkan bisa membuat anda terus maju ke depan.
6. Cinta keluarga dan sahabat: puas atau tidak terhadap hidup, sebenarnya tidak besar kaitannya dengan harta, gelar bahkan kesehatan. Faktor yang paling penting adalah hubungan antar manusia yang kokoh. Perbanyak meluangkan waktu dan fokuskan pada kerabat dan sahabat.
7. Merawat tubuh: cukup tidur, olahraga, rentangkan 4 anggota badan dan selalu tersenyum bisa memperbaiki suasana hati untuk sementara. Jika kerap melakukan hal seperti ini akan memberi rasa puas terhadap hidup anda.
8. Menahan diri jika dilanda nasib buruk: dalam kehidupan pasti ada kesulitan yang tak terhindarkan. Keyakinan beragama dapat membantu anda melaluinya. Dan sejumlah kepercayaan lain non-agama juga bisa membantu. Misalnya keyakinan bahwa, “Persoalan pasti berlalu”. “Hal apapun akan membuat saya menjadi lebih kuat.” Kuncinya terletak pada, anda mesti percaya pada Tuhan, yang Maha Tinggi.
Psikologi positif (positive psychology) adalah sebuah ilmu psikologi yang baru, dikembangkan oleh profesor ilmu jiwa Martin Seligman dari University of Pennsylvania pada tahun 1998. Tujuannya adalah meneliti bagaimana bahagianya hidup, sukses dan berarti. Jadi, psikologi positif mungkin juga dapat disingkat “ilmu bahagia”. Soal pertama yang harus dijawab dalam psikologi positif adalah apa yang paling membuat kita merasa gembira? Hasil penelitian mungkin akan membuat kita terkejut. Ternyata pengaruh bantuan dana, pendidikan dan masa muda terhadap rasa bahagia sangat terbatas. Dampak perkawinan juga menunjukkan setengah baik dan separo buruk. Justru keyakinan beragama, persahabatan dan cinta kasih keluarga baru lebih bisa membuat kita gembira dibandingkan ha-hal lainnya yang bersifat material.
Hasil penelitan profesor psikologi Edward Diener dari Universitas Illinois mendapati, asalkan kebutuhan hidup pokok tercukupi, pendapatan tambahan tidak bisa mendatangkan seberapa besar kegembiraan. Pendidikan yang baik dan inteligensi tinggi juga tidak banyak membantu meningkatkan kegembiraan. Muda belia juga tidak menjamin akan gembira. Sebuah hasil survei dari dinas pengawasan penyakit Amerika menunjukkan, bahwa waktu perasaan kecewa anak muda yang berusia antara 20-24 tahun lebih lama dibanding orang tua yang berusia 65-74 tahun.
Selain itu, keyakinan beragama memang benar-benar dapat membangkitkan suasana hati, namun, sulit untuk dipastikan apakah itu efek dari Sang Pencipta atau kelompok agama. Cinta kasih keluarga dan persahabatan juga bisa mendatangkan kegembiraan. Sebuah hasil penelitian Diener dan Seligman menunjukkan, bahwa di antara mahasiswa yang ikut meneliti, 10 persen mahasiswa yang paling gembira dan tidak merasa cemas, ciri umum yang nyata pada mereka adalah memiliki teman dan keluarga yang akrab, dan menghabiskan waktu bersama mereka.
Hasil kesimpulan Diener menyebutkan bahwa jika ingin kegembiraan, maka harus memelihara teknik pergaulan sosial, membangun hubungan pergaulan yang akrab dengan dukungan sosial. Dalam sebuah buku Authentic Happiness (kegembiraan yang sesungguhnya), Seligman menyebutkan, bahwa gembira dibentuk dari 3 unsur pokok yakni menikmati kesenangan (wajah tersenyum gembira), partisipasi (tingkat keseriusan terhadap keluarga, pekerjaan, asmara dan hobi ), arti (mengembangkan kelebihan individu, mencapai target yang lebih tinggi daripada kita sendiri). Di antara ketiga unsur pokok tersebut, kegembiraan dari hidup bersenang-senang paling singkat. Seligman menuturkan, “Ini layak kita perhatikan, sebab ada begitu banyak orang mengejar kesenangan hidup sebagai tujuan hidup, tetapi, partisipasi dan arti jauh lebih penting daripada menikmati kesenangan.” Psikologi posistif juga berpendapat, bahwa titik pangkal kegembiraan manusia bisa disesuaikan dengan usaha sesudah lahir, orang-orang bisa mengubah taraf kegembiraan dari sifat kepribadian bawaan. Namun, sesungguhnya bagaimana baru bisa membuat kita lebih gembira?
Cara Kongkrit Merasa Bahagia
Dengan berdasarkan hasil penelitian psikolog Sonja Lyubomirsky dari Universitas California AS, dikemukakan 8 cara konkret yang bisa dilaksanakan oleh setiap orang untuk mendapatkan kebahagiaan.
1. Merasa berterimakasih: setiap minggu catat 3-5 peristiwa yang membuat anda merasa berterimakasih. Hal ini bisa berupa peristiwa umum misalnya bunga Pioni anda telah bersemi, bisa juga berupa hal yang lebih memiliki arti penting seperti anak-anak mulai belajar berjalan.
2. Selalu berbuat kebaikan: bisa dilakukan dengan melihat keadaan misalnya saat antri, biarkan orang yang mengejar waktu antri di depan anda. Bisa juga dilakukan secara reguler misalnya, setiap minggu tetapkan mengantar makan malam pada tetangga yang berusia lanjut. Berbuat baik terhadap teman atau orang tak dikenal, bisa membuat diri kita merasa dermawan, memiliki kemampuan, sekaligus bisa mendapat balasan senyum, pujian dan kebaikan hati orang lain. Semua ini bisa membuat orang merasa gembira.
3. Mencicipi kenikmatan: perhatikan hal ihwal yang indah, misalnya merasakan manisnya buah strawberry, hangatnya sinar mentari. Psikolog menyarankan, tidak ada salahnya menjadikan hari-hari yang indah seperti foto yang “terukir dalam benak”, dan di kenang kembali di saat merasa sedih.
4. Ada yang membimbing: Jika ada orang yang membimbing ketika hidup anda di persimpangan jalan (mengalami masalah), harus segera mengucapkan terimakasih. Semakin mendalam semakin baik, dan sebaiknya diri pribadi yang menyampaikan ucapan terimakasih.
5. Belajar memaafkan: terhadap orang yang melukai hati dan melakukan kekilafan pada anda, tepis jauh-jauh kegusaran dan dendam kebencian anda dan kirim surat kepadanya sebagai tanda memaafkan. Jika tidak bisa memaafkan orang lain akan membuat diri kita berkutat pada tumpukan kebencian dan memendam pembalasan di hati, memaafkan bisa membuat anda terus maju ke depan.
6. Cinta keluarga dan sahabat: puas atau tidak terhadap hidup, sebenarnya tidak besar kaitannya dengan harta, gelar bahkan kesehatan. Faktor yang paling penting adalah hubungan antar manusia yang kokoh. Perbanyak meluangkan waktu dan fokuskan pada kerabat dan sahabat.
7. Merawat tubuh: cukup tidur, olahraga, rentangkan 4 anggota badan dan selalu tersenyum bisa memperbaiki suasana hati untuk sementara. Jika kerap melakukan hal seperti ini akan memberi rasa puas terhadap hidup anda.
8. Menahan diri jika dilanda nasib buruk: dalam kehidupan pasti ada kesulitan yang tak terhindarkan. Keyakinan beragama dapat membantu anda melaluinya. Dan sejumlah kepercayaan lain non-agama juga bisa membantu. Misalnya keyakinan bahwa, “Persoalan pasti berlalu”. “Hal apapun akan membuat saya menjadi lebih kuat.” Kuncinya terletak pada, anda mesti percaya pada Tuhan, yang Maha Tinggi.
Senin, 30 Agustus 2010
Hidup sehat dengan memaafkan
Menyimpan dendam tidak akan menyelesaikan masalah. Lebih buruk lagi, hal itu akan berdampak langsung pada kesehatan Anda. Riset terbaru menyebutkan, menyimpan dendam dan kebencian menyebabkan tekanan darah tinggi yang lantas bisa berujung pada penyakit stroke, gagal jantung, bahkan kematian.
Dalam momen yang masih bernuansa Idul Fitri seperti sekarang ini, agaknya memang tepat digunakan untuk saling bermaafan. Namun tentu saja bukan berarti kebiasaan tersebut hanya bisa dilakukan saat Idul Fitri. Selain dianjurkan oleh ajaran setiap agama, saling memaafkan juga sangat baik untuk menunjang kesehatan.
Para ahli psikologi dari Universitas Tennesse menemukan kesimpulan bahwa sikap memaafkan bisa menurunkan tekanan darah dan ketegangan serta mengurangi stres.
Psychology Today, Minggu (27/9/2009) melansir, memendam rasa marah dan tidak mau memaafkan orang lain akan berakibat pada terganggunya fungsi kekebalan tubuh.
Dalam temuan tersebut, diketahui bahwa otak si pendendam memperlihatkan aktivitas yang sama dengan yang dialami seseorang yang tengah mengalami stres, marah dan agresif.
Hal ini memicu datangnya berbagai penyakit seperti asma, sakit kepala, darah tinggi, insomnia bahkan serangan jantung.
"Kami meneliti 107 mahasiswa dengan menggunakan perangkat pencitraan otak berteknologi tinggi yang memanfaatkan temografi emisi position dan resonansi magnetic fungsional. Dari situ dapat diketahui perbedaan pola gambar otak orang yang memaafkan dan yang tidak bisa memaafkan," kata salah satu peneliti Kathleen Lawler.
Temuan Lawler dan timnya itu juga memperlihatkan adanya ketidaksamaan aktivitas hormon dan kondisi darah orang pemaaf jika dibandingkan dengan si pendendam.
Hormon dan komposisi zat kimia dalam darah si pendendam berhububungan dengan pola hormon emosi negatif yang mengarah pada pembentukan emosi saat stres. Itu sebabnya, sikap pendendam akan mempengaruhi tingkat kekentalan darah yang lebih tinggi.
sumber www.infospecial.com
Dalam momen yang masih bernuansa Idul Fitri seperti sekarang ini, agaknya memang tepat digunakan untuk saling bermaafan. Namun tentu saja bukan berarti kebiasaan tersebut hanya bisa dilakukan saat Idul Fitri. Selain dianjurkan oleh ajaran setiap agama, saling memaafkan juga sangat baik untuk menunjang kesehatan.
Para ahli psikologi dari Universitas Tennesse menemukan kesimpulan bahwa sikap memaafkan bisa menurunkan tekanan darah dan ketegangan serta mengurangi stres.
Psychology Today, Minggu (27/9/2009) melansir, memendam rasa marah dan tidak mau memaafkan orang lain akan berakibat pada terganggunya fungsi kekebalan tubuh.
Dalam temuan tersebut, diketahui bahwa otak si pendendam memperlihatkan aktivitas yang sama dengan yang dialami seseorang yang tengah mengalami stres, marah dan agresif.
Hal ini memicu datangnya berbagai penyakit seperti asma, sakit kepala, darah tinggi, insomnia bahkan serangan jantung.
"Kami meneliti 107 mahasiswa dengan menggunakan perangkat pencitraan otak berteknologi tinggi yang memanfaatkan temografi emisi position dan resonansi magnetic fungsional. Dari situ dapat diketahui perbedaan pola gambar otak orang yang memaafkan dan yang tidak bisa memaafkan," kata salah satu peneliti Kathleen Lawler.
Temuan Lawler dan timnya itu juga memperlihatkan adanya ketidaksamaan aktivitas hormon dan kondisi darah orang pemaaf jika dibandingkan dengan si pendendam.
Hormon dan komposisi zat kimia dalam darah si pendendam berhububungan dengan pola hormon emosi negatif yang mengarah pada pembentukan emosi saat stres. Itu sebabnya, sikap pendendam akan mempengaruhi tingkat kekentalan darah yang lebih tinggi.
sumber www.infospecial.com
TIAP orang bisa marah. Marah memang emosi alamiah manusia. Idealnya, kita mampu menempatkan level kemarahan pada porsinya. Tapi tak jarang, kita justru dikuasai amarah hingga tak bisa mengendalikan diri.
Rasanya, kita sudah berupaya keras mengendalikan kemarahan dengan tidak mengekspresikannya, atau bahkan dengan cara lebih baik, yakni tidak menggubrisnya. Namun tak jua meredakan amarah.
Nasihat yang sudah sangat akrab di telinga yakni “menghitung 1-10” sering kali kita ikuti. Tapi, mengapa kemarahan tetap tak terkendali? Inilah beberapa strategi yang cukup efektif untuk mengendalikan kemarahan Anda, seperti dilansir Shine.
Jangan ekspresikan rasa marah
Banyak orang percaya pada hipotesis kartasis (meluapkan amarah dengan berbagai cara untuk meringankan kemarahan dalam diri) dan pemikiran bahwa mengekspresikan kemarahan adalah menyehatkan mental dan memulihkan perasaan mereka.
Tapi nyatanya tidak selalu demikian. Berbagai kajian menunjukkan bahwa mengekspresikan kemarahan justru menambah kemarahan. Akan lebih baik kalau Anda bersikap tenang.
Tunggu hingga esok pagi
Anda kesal dengan sikap pasangan saat lupa bahwa malam tadi Anda berulang tahun. Daripada mengumbar kemarahan saat ia tengah capek pulang kantor, lebih baik tunda protes Anda hingga keesokan hari. Siapa tahu, esok pagi kemarahan Anda sudah hilang sehingga Anda bisa menyampaikan kekesalan dengan cara yang santun.
Cermin diri
Kita tentu tidak suka dalam posisi tersudut dan disalahkan atas pekerjaan yang sudah kita tunaikan dengan sempurna. Namun, dalam rangkan mengelola emosi, tanyakan pada diri sendiri, “Apakah saya salah?” dan merespons kritik orang lain dengan lebih baik.
Tertawa
Humor dan olahraga adalah jawaban atas segala permasalahan. Saat rasa marah mendera, cobalah ingat kejadian lucu untuk menghibur diri sendiri.
Cara lainnya, sampaikan kekesalan dengan kata-kata yang lebih halus. Daripada mengatakan, “Bisakah kamu menjawab e-mail saya, jadi saya bisa segera menyelesaikan semua tumpukan pekerjaan ini?” lebih baik katakan, “Saya berkhayal ada beo di ruangan kerjamu dan terus berceloteh sampai kamu mengirimkan e-mail balasan ke saya.”
Keuntungan lain meredakan amarah lewat pendekatan tersebut adalah, tak peduli bagaimanapun orang lain merespons, kemarahan Anda akan terkurangi dan merasakan hati lebih lega.
sumber (okezone)
Rasanya, kita sudah berupaya keras mengendalikan kemarahan dengan tidak mengekspresikannya, atau bahkan dengan cara lebih baik, yakni tidak menggubrisnya. Namun tak jua meredakan amarah.
Nasihat yang sudah sangat akrab di telinga yakni “menghitung 1-10” sering kali kita ikuti. Tapi, mengapa kemarahan tetap tak terkendali? Inilah beberapa strategi yang cukup efektif untuk mengendalikan kemarahan Anda, seperti dilansir Shine.
Jangan ekspresikan rasa marah
Banyak orang percaya pada hipotesis kartasis (meluapkan amarah dengan berbagai cara untuk meringankan kemarahan dalam diri) dan pemikiran bahwa mengekspresikan kemarahan adalah menyehatkan mental dan memulihkan perasaan mereka.
Tapi nyatanya tidak selalu demikian. Berbagai kajian menunjukkan bahwa mengekspresikan kemarahan justru menambah kemarahan. Akan lebih baik kalau Anda bersikap tenang.
Tunggu hingga esok pagi
Anda kesal dengan sikap pasangan saat lupa bahwa malam tadi Anda berulang tahun. Daripada mengumbar kemarahan saat ia tengah capek pulang kantor, lebih baik tunda protes Anda hingga keesokan hari. Siapa tahu, esok pagi kemarahan Anda sudah hilang sehingga Anda bisa menyampaikan kekesalan dengan cara yang santun.
Cermin diri
Kita tentu tidak suka dalam posisi tersudut dan disalahkan atas pekerjaan yang sudah kita tunaikan dengan sempurna. Namun, dalam rangkan mengelola emosi, tanyakan pada diri sendiri, “Apakah saya salah?” dan merespons kritik orang lain dengan lebih baik.
Tertawa
Humor dan olahraga adalah jawaban atas segala permasalahan. Saat rasa marah mendera, cobalah ingat kejadian lucu untuk menghibur diri sendiri.
Cara lainnya, sampaikan kekesalan dengan kata-kata yang lebih halus. Daripada mengatakan, “Bisakah kamu menjawab e-mail saya, jadi saya bisa segera menyelesaikan semua tumpukan pekerjaan ini?” lebih baik katakan, “Saya berkhayal ada beo di ruangan kerjamu dan terus berceloteh sampai kamu mengirimkan e-mail balasan ke saya.”
Keuntungan lain meredakan amarah lewat pendekatan tersebut adalah, tak peduli bagaimanapun orang lain merespons, kemarahan Anda akan terkurangi dan merasakan hati lebih lega.
sumber (okezone)
SPIRIT KITA
AWALNYA DARI PIKIRAN
Sebenarnya kita mempunyai pengetahuan dan kemampuan secara rohaniah/batiniah sebagai bekal untuk menghadapi bebagai tantangan dalam menjalani kehidupan.
Namun kemampuan yang ada dalam diri kta ini tidak pernah digali dan dikembangkannya. Akibatnya, bilamana kita mendapatkan kesulitan, kecemasan dan kegelisahan dibiarkan mendera diri kita sendiri sampai akhirnya menyebabkan pikiran kita sakit dan stress.
Bilamana “pikiran” kita dalam keadaan tenang, kemampuan dan potensi yang ada di dalam diri kita ini sebenarnya dapat difungsikan.
Memerdekakan “pikiran” adalah salah satu perjalanan untuk membersihkan masalah-masalah yang ada di dalam “pikiran” kita.
Diri kita sering dipermainkan oleh “pikiran” kita sendiri. Pikiran kita secara liar bermain kesana-kemari membuat rencana-rencana, membuat cita-cita, membuat mimpi-mimpi, yang semuanya itu hanyalah angan-angan yang belum tentu dapat dicapai. Malah angan-angan tersebut sangat mengganggu pada “pikiran” kita sendiri.
Pikiran sangat penting bagi gerak-hidup jasmani, karena pikiranlah yang menggerakan jasmani kita; namun, "pikiran" ini harus dapat kita kendalikan dengan baik. Jika "pikiran" ini dibiarkan bebas (liar), maka “pikiran” ini akan bermain kesana-kemari tanpa terkendali. Pikiran adalah wadah dari semua masalah-masalah pada saat ini, atau masalah-masalah pada masa lalu yang terjadi dan terekam oleh otak.
Fungsi "pikiran" manusia sebagai wadah masalah sangatlah terbatas kapasitasnya; maka, untuk dapat memfungsikan “pikiran” sesuai dengan kapasitasnya, "pikiran" tersebut jangan terlalu banyak menyimpan masalah-masalah.
Dengan jalan “memerdekakan pikiran” (menenangkan pikiran) kita dapat memfungsikan “pikiran” dengan baik dan bermoral. Bekerjasamalah antara “rohani” dan “jasmani” dalam mengendalikan "pikiran". Dan bilamana “rohani” dan “jasmani” dapat bekerjasama dengan baik, maka "pikiran" kita tidak akan terganggu oleh hal-hal yang negatif.
" Diri kita bukan korban dari pikiran, pendapat, atau keyakinan negatif; baik dari diri sendiri maupun dari kesadaran orang lain. Kita hidup dengan pemikiran yang benar milik kita sendiri. "
“ Hidup di dunia ini pada saat ini, bukan kemarin, dan bukan esok-lusa. Berbuatlah dan bekerjalah untuk saat ini, karena hidup itu saat ini. Yang lalu biarlah berlalu, yang akan datang biarlah menunggu. Hidup kita itu benar-benar bukan dibangun oleh lamunan dan angan-angan, tetapi dibangun oleh bekerja dan bekerja. “
" Kita mencintai Tuhan dan dicintai Tuhan. Kita adalah faktor positif dalam kehidupan. Pengalaman kemarin dan harapan masa depan adalah merupakan realitas. Kita dalam kehidupan yang baru. batin yang baru, dan pikiran yang baru."
sumber http//:kecerdasan spiritual.com
Sebenarnya kita mempunyai pengetahuan dan kemampuan secara rohaniah/batiniah sebagai bekal untuk menghadapi bebagai tantangan dalam menjalani kehidupan.
Namun kemampuan yang ada dalam diri kta ini tidak pernah digali dan dikembangkannya. Akibatnya, bilamana kita mendapatkan kesulitan, kecemasan dan kegelisahan dibiarkan mendera diri kita sendiri sampai akhirnya menyebabkan pikiran kita sakit dan stress.
Bilamana “pikiran” kita dalam keadaan tenang, kemampuan dan potensi yang ada di dalam diri kita ini sebenarnya dapat difungsikan.
Memerdekakan “pikiran” adalah salah satu perjalanan untuk membersihkan masalah-masalah yang ada di dalam “pikiran” kita.
Diri kita sering dipermainkan oleh “pikiran” kita sendiri. Pikiran kita secara liar bermain kesana-kemari membuat rencana-rencana, membuat cita-cita, membuat mimpi-mimpi, yang semuanya itu hanyalah angan-angan yang belum tentu dapat dicapai. Malah angan-angan tersebut sangat mengganggu pada “pikiran” kita sendiri.
Pikiran sangat penting bagi gerak-hidup jasmani, karena pikiranlah yang menggerakan jasmani kita; namun, "pikiran" ini harus dapat kita kendalikan dengan baik. Jika "pikiran" ini dibiarkan bebas (liar), maka “pikiran” ini akan bermain kesana-kemari tanpa terkendali. Pikiran adalah wadah dari semua masalah-masalah pada saat ini, atau masalah-masalah pada masa lalu yang terjadi dan terekam oleh otak.
Fungsi "pikiran" manusia sebagai wadah masalah sangatlah terbatas kapasitasnya; maka, untuk dapat memfungsikan “pikiran” sesuai dengan kapasitasnya, "pikiran" tersebut jangan terlalu banyak menyimpan masalah-masalah.
Dengan jalan “memerdekakan pikiran” (menenangkan pikiran) kita dapat memfungsikan “pikiran” dengan baik dan bermoral. Bekerjasamalah antara “rohani” dan “jasmani” dalam mengendalikan "pikiran". Dan bilamana “rohani” dan “jasmani” dapat bekerjasama dengan baik, maka "pikiran" kita tidak akan terganggu oleh hal-hal yang negatif.
" Diri kita bukan korban dari pikiran, pendapat, atau keyakinan negatif; baik dari diri sendiri maupun dari kesadaran orang lain. Kita hidup dengan pemikiran yang benar milik kita sendiri. "
“ Hidup di dunia ini pada saat ini, bukan kemarin, dan bukan esok-lusa. Berbuatlah dan bekerjalah untuk saat ini, karena hidup itu saat ini. Yang lalu biarlah berlalu, yang akan datang biarlah menunggu. Hidup kita itu benar-benar bukan dibangun oleh lamunan dan angan-angan, tetapi dibangun oleh bekerja dan bekerja. “
" Kita mencintai Tuhan dan dicintai Tuhan. Kita adalah faktor positif dalam kehidupan. Pengalaman kemarin dan harapan masa depan adalah merupakan realitas. Kita dalam kehidupan yang baru. batin yang baru, dan pikiran yang baru."
sumber http//:kecerdasan spiritual.com
MEMAHAMI KECERDASAN EMOSI
1. Pengertian Kecerdasan Emosi
Kecerdasan emosi atau dikenal dengan istilah Emotional Intelligence (EI) adalah kemampuan untuk mengerti dan mengendalikan emosi. Termasuk di dalamnya kemampuan untuk membina hubungan dengan orang lain di sekitarnya. EI ini tidak saling bertabrakan dengan IQ karena memang punya wilayah 'kekuasaan' yang berbeda. IQ umumnya berhubungan dengan kemampuan berpikir kritis dan analitis, dan diasosiasikan dengan otak kiri. Sementara, EI lebih banyak berhubungan dengan perasaan dan emosi (otak kanan). Kalau ingin mendapatkan tingkah laku yang cerdas maka kemampuan emosi juga harus diasah. Karena untuk dapat berhubungan dengan orang lain secara baik kita memerlukan kemampuan untuk mengerti dan mengendalikan emosi diri dan orang lain secara baik. Di sinilah fungsi dari kecerdasan emosi.
EI bukan merupakan bakat, tapi aspek emosi di dalam diri kita yang bisa dikembangkan dan dilatih. Jadi setiap orang sudah dianugerahi oleh Tuhan kecerdasan emosi. Tinggal sejauh mana pengembangannya, itu tergantung kemauan kita sendiri. Satu yang pasti, EI kita akan terbentuk dengan baik apabila dilatih dan dikembangkan secara intensif dengan cara, metode dan waktu yang tepat.
Ada lima wilayah utama dalam EI, yakni : mengenali emosi diri, mengendalikan emosi diri, memotivasi diri, mengenali emos orang lain dan membina hubungan dengan orang lain. EI yang baik akan mampu memaksimalkan prestasi kita. Kita bisa bekerja efektif dalam sebuah tim, bisa mengenali dan mengendalikan emosinya sendiri dan orang lain dengan tepat. Umumnya, orang yang memiliki EI tinggi akan terlihat bahagia dan produktif serta sehat jasmani dan rohani.
2. Aspek-Aspek Kecerdasan Emosi
Aspek - aspek kecerdasan emosi menurut Rakhmat, 1985 adalah sebagai berikut :
a. Pengelolaan diri
Mengandung arti bagaimana seseorang mengelola diri dan perasaan-perasaan yang dilaminya.
b. Kemampuan untuk memotivasi diri
Kemampuan ini berguna untuk mencapai tujuan jangka panjang, mengatasi setiap kesulitan yang dialami bahkan untuk melegakan kegagalan yang terjadi.
c. Empati
Empati ini dibangun dari kesadaran diri dan dengan memposisikan diri senada, serasa dengan emosi orang lain akan membantu anda membaca dan memahami perasaan orang lain tersebut.
d. Ketrampilan sosial
Merupakan ketrampilan yang dapat dipelajari seseorang semenjak kecil mengenai pola-pola berhubungan dengan orang lain.
3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosi
Walgito (1993) membagi faktor yang mempengruhi pesepsi menjadi dua faktor yaitu :
a. Faktor Internal.
Faktor internal adalah apa yang ada dalam diri individu yang mempengaruhi kecerdasan emosinya. Faktor internal ini memiliki dua sumber yaitu segi jasmani dan segi psikologis. Segi jasmani adalah faktor fisik dan kesehatan individu, apabila fisik dan kesehatan seseorang dapat terganggu dapat dimungkinkan mempengaruhi proses kecerdasan emosinya. Segi psikologis mencakup didalamnya pengalaman, perasaan, kemampuan berfikir dan motivasi.
b. Faktor Eksternal.
Faktor ekstemal adalah stimulus dan lingkungan dimana kecerdasan emosi berlangsung. Faktor ekstemal meliputi: 1) Stimulus itu sendiri, kejenuhan stimulus merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam memperlakukan kecerdasan emosi tanpa distorsi dan 2) Lingkungan atau situasi khususnya yang melatarbelakangi proses kecerdasan emosi. Objek lingkungan yang melatarbelakangi merupakan kebulatan yang sangat sulit dipisahkan.
Sumber http//:teoriI psikologi.blogspot.com
Kecerdasan emosi atau dikenal dengan istilah Emotional Intelligence (EI) adalah kemampuan untuk mengerti dan mengendalikan emosi. Termasuk di dalamnya kemampuan untuk membina hubungan dengan orang lain di sekitarnya. EI ini tidak saling bertabrakan dengan IQ karena memang punya wilayah 'kekuasaan' yang berbeda. IQ umumnya berhubungan dengan kemampuan berpikir kritis dan analitis, dan diasosiasikan dengan otak kiri. Sementara, EI lebih banyak berhubungan dengan perasaan dan emosi (otak kanan). Kalau ingin mendapatkan tingkah laku yang cerdas maka kemampuan emosi juga harus diasah. Karena untuk dapat berhubungan dengan orang lain secara baik kita memerlukan kemampuan untuk mengerti dan mengendalikan emosi diri dan orang lain secara baik. Di sinilah fungsi dari kecerdasan emosi.
EI bukan merupakan bakat, tapi aspek emosi di dalam diri kita yang bisa dikembangkan dan dilatih. Jadi setiap orang sudah dianugerahi oleh Tuhan kecerdasan emosi. Tinggal sejauh mana pengembangannya, itu tergantung kemauan kita sendiri. Satu yang pasti, EI kita akan terbentuk dengan baik apabila dilatih dan dikembangkan secara intensif dengan cara, metode dan waktu yang tepat.
Ada lima wilayah utama dalam EI, yakni : mengenali emosi diri, mengendalikan emosi diri, memotivasi diri, mengenali emos orang lain dan membina hubungan dengan orang lain. EI yang baik akan mampu memaksimalkan prestasi kita. Kita bisa bekerja efektif dalam sebuah tim, bisa mengenali dan mengendalikan emosinya sendiri dan orang lain dengan tepat. Umumnya, orang yang memiliki EI tinggi akan terlihat bahagia dan produktif serta sehat jasmani dan rohani.
2. Aspek-Aspek Kecerdasan Emosi
Aspek - aspek kecerdasan emosi menurut Rakhmat, 1985 adalah sebagai berikut :
a. Pengelolaan diri
Mengandung arti bagaimana seseorang mengelola diri dan perasaan-perasaan yang dilaminya.
b. Kemampuan untuk memotivasi diri
Kemampuan ini berguna untuk mencapai tujuan jangka panjang, mengatasi setiap kesulitan yang dialami bahkan untuk melegakan kegagalan yang terjadi.
c. Empati
Empati ini dibangun dari kesadaran diri dan dengan memposisikan diri senada, serasa dengan emosi orang lain akan membantu anda membaca dan memahami perasaan orang lain tersebut.
d. Ketrampilan sosial
Merupakan ketrampilan yang dapat dipelajari seseorang semenjak kecil mengenai pola-pola berhubungan dengan orang lain.
3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosi
Walgito (1993) membagi faktor yang mempengruhi pesepsi menjadi dua faktor yaitu :
a. Faktor Internal.
Faktor internal adalah apa yang ada dalam diri individu yang mempengaruhi kecerdasan emosinya. Faktor internal ini memiliki dua sumber yaitu segi jasmani dan segi psikologis. Segi jasmani adalah faktor fisik dan kesehatan individu, apabila fisik dan kesehatan seseorang dapat terganggu dapat dimungkinkan mempengaruhi proses kecerdasan emosinya. Segi psikologis mencakup didalamnya pengalaman, perasaan, kemampuan berfikir dan motivasi.
b. Faktor Eksternal.
Faktor ekstemal adalah stimulus dan lingkungan dimana kecerdasan emosi berlangsung. Faktor ekstemal meliputi: 1) Stimulus itu sendiri, kejenuhan stimulus merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam memperlakukan kecerdasan emosi tanpa distorsi dan 2) Lingkungan atau situasi khususnya yang melatarbelakangi proses kecerdasan emosi. Objek lingkungan yang melatarbelakangi merupakan kebulatan yang sangat sulit dipisahkan.
Sumber http//:teoriI psikologi.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)